KPU : Rekapitulasi Suara Dari Aceh Belum Bisa Di Sahkan



Jakarta - Ketua Komisi Komisi Pemilihan Umum, Husni Kamil Manik mengatakan, rekapitulasi suara hasil pemilu legislatif (pileg) dari Provinsi Aceh hingga Jumat (2/5/2014) belum dapat disahkan. Padahal, sebelumnya KPU pada Selasa (29/4/2014) telah menunda rapat pleno penghitungan nasional demi memberikan waktu kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh untuk menyelesaikan persoalan yang ada terkait pelaksanaan pileg di Bumi Serambi Mekkah itu.

“Untuk Aceh belum juga dapat disahkan, karena mereka (KIP Aceh) masih melakukan rapat pleno di tingkat provinsi. Saat ini mereka semua sedang mengerjakan penyelesaian sesuai rekomendasi Bawaslu,” ujar Husni di Jakarta.

Di akui Husni, dibanding Provinsi Jambi, proses rekapitulasi di Aceh lebih lamban. Di Jambi meski permasalahan yang mengemuka sama-sama terkait persoalan administrasi, namun rekapitulasi suaranya bisa diselesaikan dalam dua hari sehingga KPU pusat pun telah dapat mengesahkannya.

“KPU Jambi hanya butuh dua hari untuk melakukan perbaikan dan langsung ditetapkan. Jadi kalau provinsi sudah dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, itu kita (rapat pleno KPU pusat) dapat langsung menetapkannya. Namun karena belum selesai, tentu kita belum bisa mengesahkannya,” ujar Husni.

Sebagaimana diketahui, Komisioner KPU, Arief Budiman sebelumnya menyatakan, rekapitulasi Aceh ditunda agar KIP dapat merapikan data administrasi yang ada. “Dicermati kembali yang salah. Yang kurang dibenarkan dengan melihat dokumen di bawahnya. Proses ini tidak akan mengganggu tahapan (rapat pleno) yang sekarang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dihubungi secara terpisah, Ketua KIP Provinsi Aceh, Ridwan Hadi, mengakui adanya data yang tidak sesuai. Paling tidak terdapat 11 pemilih di 2 tempat pemungutan suara (TPS) di Aceh Tengah yang ganda {jpnn}