Mantan Gubernur DKI Jakarta Ungkap Kekurangan Jokowi



Jakarta
- Mantan Wagub DKI Jakarta Mayjen (Purn) Prijanto punya banyak catatan soal kepribadian dan kinerja Jokowi, yang saat ini maju sebagai capres. Dia merasa perlu mengungkapkan nya ke publik agar rakyat tidak salah memilih pada Pilpres 2014 ini.

"Dengan mata, telinga dan mulut saya sendiri, saya memiliki beberapa catatan terhadap Jokowi. Catatan ini penting saya sampaikan agar publik mengerti dan tidak salah dalam memilih calon Presiden," ujar Prijanto, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (27/5/2014).

Ada enam catatan mantan Aster Pangdam Jaya tersebut terhadap sosok Jokowi selama memimpin Ibukota. Pertama, patut diduga Jokowi tidak peka terhadap tindak korupsi. Prijanto bahkan mendapat kesan bahwa Jokowi membiarkan dan melindungi tindak korupsi. "Kasus korupsi bus Transjakarta itu hanya salah satu contohnya saja," ungkapnya.

Yang kedua, Jokowi memimpin DKI Jakarta seperti tanpa arah dan tujuan. "Suatu ketika saya pernah sampaikan pentingnya RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), tapi dijawabnya tidak penting," ujar Prijanto.

Ketiga, banyak pimpinan dan staf SKPD yang mengeluh kepada dia karena bingung harus melakukan apa. Setiap mereka memaparkan sesuatu, tutur Prijanto, Jokowi tidak pernah memberikan keputusan, petunjuk atau arahan kerja. Tetapi malah ingin cepat-cepat keluar.

"Keempat, banyak staf merasa heran dan mempersepsi aneh karena Gubernur Jokowi di luar banyak dipuji karena dianggap dekat dengan rakyat tapi dengan bawahan sendiri bersikap feodalistik dan tidak komunikatif," jelasnya.

Kelima, Prijanto menilai Jokowi bukan tipe pemimpin bertanggung jawab. "Saya pernah bertanya, mengapa PT MRT banyak dikendalikan oleh orang Ahok? Jokowi dengan santai menjawab, biarin. Kalau MRT gagal yang salah Wagub, tapi kalau MRT berhasil yang dikenang Gubernur," tekan Prijanto.

Keenam, Jokowi tidak paham persoalan administrasi. Banyak berkas menumpuk, yang belum ditanda-tangani sehingga beberapa hal tersendat. "Sebaliknya, kalau terkait pencitraan diri, Jokowi cepat sekali bertindak. Blusukan atau pendirian stadion di atas taman BMW yang masih bermasalah itu. Jokowi tidak sabar ingin meletakkan batu pertama agar dikenang sebagai Gubernur yang peduli pada rakyat," pungkas Prijanto. {rmol}