PA Gugat Penyelenggara Pemilu Di Lhokseumawe



Lhokseumawe
- Salah satu partai lokal, yakni Partai Aceh (PA) Kota Lhokseumawe resmi menggugat pihak penyelenggara Pemilu di kota Lhokseumawe terkait penggelembungan suara hasil rekapitulasi yang terjadi di TPS pada pemilihan legislatif 9 April lalu.

Gugatan ini dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Aceh karena penyelenggara pemilu Kota Lhokseumawe diduga telah melakukan pelanggaran kode etik dan pelanggaran administrasi.

"Kami akan melakukan gugatan kepada Dewan Penyelanggara Pemilu terkait penggelembungan suara yang terjadi di Kota Lhokseumawe oleh pihak penyelenggara Pemilu di Kota Lhokseumawe dari mulai TPS, Panwasjam, PKK, KIP dan Panwaslu", ujar Penasehat Hukum PA Kota Lhokseumawe, Herlin, Senin, (5/5/2014).

Menurutnya, telah terjadi pelanggaran Kode Etik yang dilakukan pihak penyelenggara pemilu, dan pelanggaran administrasi terkait hasil rekapitulasi suara di Kota Lhokseumawe.

"Hal ini berdasarkan form C1 di Tingkat Tempat pemungutan Suara (TPS) yang kami terima berbeda yang diterima saksi PA," jelasnya.

Padahal, herlin menjelaskan, saksi partai Aceh telah melakukan sanggahan di tingkat kecamatan Banda Sakti, pada saat rekapitulasi dihadirkan PPK dan Panwasjam

"Namun penyelanggara pemilu tidak merespon sanggahan dari Partai Aceh, kemudian ketika diperiksa hasil rekapitulasi suara, dan data yang diterima oleh PPK dan Panwaslu saat pleno di tingkat kecamatan hasilnya berbeda", ujar nya.(irh)