Prabowo Jadi Capres, Pengusaha Asal Amerika Ketakutan



Jakarta - Pilpres 2014 ini rupanya juga menjadi perhatian media massa asing. Reuters bahkan menyebut Amerika "sakit kepala" ketika mengetahui mantan Prabowo Subianto maju sebagai capres.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Taufik Bahauddin mengatakan hal tersebut tak lepas dari kepentingan bisnis negara adidaya tersebut di Indonesia. Taufik sendiri mengaku merasakan langsung kekhawatiran tersebut saat menghadiri undangan makan malam dari ARMCHAM, organisasi seperti Kamar Dagang Indonesia (KADIN) di AS.

Jokowi pada saat itu belum di wacanakan sebagai capres. Pada kesempatan itu para pengusaha AS mengutarakan kekhawatiran kelangsungan bisnisnya di Indonesia.

"Perusahaan besar AS khawatir bagaimana dengan bisnis mereka sebab Prabowo tidak ada saingan. Ada yang bilang sambil guyon, kalau saja ada yang bisa menyaingi Prabowo akan lebih bagus," kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Taufik kemudian menganjurkan, agar perusahaan-perusahaan AS menyampaikan kekhawatiran nya secara langsung kepada Prabowo. Dua bulan kemudian, sambung Taufik, rekannya di ARMCHAM menemui Prabowo dalam sebuah jamuan makan malam.

"Prabowo bilang dia sudah diundang dinner. Dia jelaskan akan hormati hak mereka, tapi mereka juga harus adil dan tidak mengambil hak bangsa," ujarnya. {jpnn}