Tambah 30 Personil Penyidik Baru, KPK Buka Lowongan



Jakarta - Untuk anda yang ingin bekerja di korps antikorupsi KPK, setidak nya sekarang bisa bersiap-siap untuk mendaftar. Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan pihaknya menargetkan di tahun ini personel penyidik ditambah 30 orang. Adapun penyidik KPK saat ini baru berjumlah sekitar 50 orang.

"Tahun ini sekitar 30, yang ada saat ini 50-an, ditambah sekitar 30, jadi sekitar 80-an di akhir tahun ini," kata Bambang dalam keterangannya, Selasa (20/5/2015).

Pria yang biasa disapa BW ini menyebutkan bahwa proses recruitment penyidik tersebut dilakukan melalui beberapa cara, seperti pendaftaran secara terbuka, perekrutan internal, dan meminta tambahan penyidik dari Kepolisian.

Sejumlah langkah telah dilakukan untuk mewujudkan niatan tersebut. Salah satunya, pertemuan pimpinan KPK dengan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti.

Selain penyidik, kata BW, KPK juga akan menambah penyelidik dan penuntut. Khusus penuntut, pihaknya sudah merekrut 40-an orang.

"Penuntut enggak bisa direkrut melalui jalur umum, 40-an orang sudah direkrut," terangnya.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya KPK Apin Alvian menjelaskan pihaknya membuka lowongan untuk delapan penyelidik tahun ini. Recruitment ini dibuka untuk umum dan bisa diakses melalui laman kpk.go.id.

Kata Alvin, lembaga antikorupsi ini membutuhkan tenaga penyelidik yang ahli di bidang-bidang tertentu seperti bidang keuangan, kehutanan, dan perbankan.

"Penyidik juga bisa dari insinyur, teknik elektro, masih banyak yang dibutuhkan di bidang penindakan," terang nya.

Alvin mengatakan, melalui program Indonesia Memanggil, KPK membuka total 109 lowongan pekerjaan. Posisi yang ditawarkan di antaranya, 18 lowongan untuk posisi administrasi, 88 posisi fungsional, dan 3 posisi struktural.

"Tahapan seleksi tidak dari surat menyurat tapi registrasi online, seleksi online, seleksi pendahuluan online, tes bahasa Inggris, kesehatan, jadi ada enam tahap dan dilakukan oleh sebagian besar oleh konsultan independen. Hanya wawancara unit kerja dengan pihak KPK," tutur nya. {jpnn}