Besok, Mahfud MD dan Fadli Zon Temui Rachmawati Soekarnoputri


Jakarta - Pernyataan Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta, Mahfud MD, bahwa Presiden Soekarno juga ikut bertanggung jawab dan terlibat dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM), harus diluruskan.

Sebagai bentuk upaya klarifikasi, Mahfud bersama Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon, sudah menghubungi putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri atau Mbak Rachma, via telepon beberapa saat lalu.

Direncanakan, Mahfud dan Fadli akan menemui Mbak Rachma di kediamannya esok hari (Minggu, 22/6) pukul 12.00 WIB. Informasi itu disampaikan juru bicara Rachmawati. Teguh Santosa, sesaat lalu.

"Rencananya, besok jam 12 Pak Mahfud bersama Fadli Zon akan datang ke kediaman Mbak Rachma untuk menyampaikan klarifikasi," ujar Teguh yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah, Sabtu (21/6).

Saat meresmikan Kantor MMD Initiative di Provinsi Bengkulu, hari ini (Jumat, 20/6), Mahfud menuding mantan Presiden Soekarno juga ikut bertanggung jawab dan terlibat dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) saat ia memerintah. Menurut Mahfud, jika mau buka-bukaan soal pelanggaran HAM, maka Bung Karno dan Soeharto pun bisa kena.

"Mari kita mulai dari tahun 1965. Terjadi pelanggaran HAM besar-besaran ketika ratusan ribu orang yang dituding PKI itu dibantai, dan itu yang bertanggung jawab Pak Harto. Sebelum G-30 S terjadi, ada juga pelanggaran HAM. Umat Islam banyak yang dibantai, jenderal-jenderal banyak yang dibantai, itu yang bertanggung jawab adalah Bung Karno sebagai Presiden," kata Mahfud.

Rachmawati Soekarnoputri sendiri sudah menegaskan bahwa ucapan Mahfud tersebut adalah ngawur, kebablasan dalam menyampaikan pendapat, dan gegabah.

Selain itu, ujar Rachmawati, pernyataan yang disampaikan Mahfud juga keliru dalam memberikan contoh kasus pelanggaran HAM. Menurutnya, Mahfud tidak pantas menyandingkan bahkan membandingkan antara Prabowo dengan Soekarno.

"Sebagai putri Bung Karno, saya sebut itu kekeliruan. Lebih baik Pak Mahfud menarik ucapannya," tegas Rachmawati dalam keterangannya kemarin. (rmol)