DKP Prabowo Ilegal


Jakarta - Tim Kampanye Nasional (Kamnas) Prabowo-Hatta, Andre Rosiade mengatakan apa yang disampaikan Jenderal (Purn) Wiranto tentang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) soal Letjen (purn) Prabowo Subianto, adalah ilegal dan inkonstitusional.

Dia menyebut, ada lima alasan kenapa DKP yang dipertegas lagi oleh Wiranto, yang juga Tim Pemenangan Jokowi-JK, beberapa waktu lalu.

"Pertama, berdasarkan Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor 838 tahun 1995 tentang DKP, Panglima ABRI (Pangab) tidak punya wewenang untuk membuat DKP untuk Pati (Perwira Tinggi). Karena Pangab hanya mempunyai wewenang membuat DKP untuk Pamen (Perwira Menengah dari Kolonel ke bawah)," ujar Andre, saat konfrensi pers di Rumah Polonia, Jakarta, Minggu (21/6/2014).

Kedua, lanjut dia, tim pemeriksa yang menjadi anggota DKP minimal tiga orang, harus memiliki pangkat lebih tinggi dari terperiksa.

Faktanya, kata dia, hanya satu orang yang memiliki pangkat lebih tinggi, yaitu KASAD Jenderal Subagyo HS. Subagyo juga kini sebagai fungsionaris Partai Hanura, salah satu yang mendukung Jokowi-JK.

Point ketiga, yang membuat DKP ini illegal, lanjut dia, Wiranto telah melakukan tindakan yang inkonstitusional.

"Apa yang dilakukan Pak Wiranto sebagai Pangab sudah melakukan tindakan inkonstitusional yang melebihi wewenang beliau sebagai Pangab, demi ambisi pribadi untuk menyingkirkan Prabowo Subianto," tegasnya.

Berdasarkan pernyataan Kapuspen TNI pada 20 Juni 2014, untuk menyampaikan pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, tidak ditemukan arsip DKP di Mabes TNI maupun di Setum (Sekretariat Umum) TNI.

"Ini diindikasikan, dokumen DKP itu disimpan secara pribadi oleh Pangab saat itu, saudara Wiranto," imbuh Andre.

Point terakhir, lanjut dia, menunjukan bahwa Wiranto mengetahui tindakannya ini inkonstitusional dan ilegal, menyalahi Surat Keputusan Panglima ABRI No.838 tahun 1995. Karena itulah, dokumen tersebut tidak disimpan di Mabes TNI.

"Pernyataan pers Pak Wiranto menjadi keberkahan yang diberikan Allah SWT karena mengungkap kebenaran untuk Pak Prabowo dan ini juga merupakan fitnah yang dilakukan Tim Jokowi-JK, Pak Wiranto karena elektabilitas Pak Prabowo semakin meningkat melewati Jokowi. Gusti Allah ora sare, Tuhan tidak tidur," tandasnya.(inilah)