''JK Pernah Di Pecat Gus Dur Dari Menteri Karena Korupsi''




Jakarta
- Tindakan JK yang menyerang pribadi Prabowo Subianto dalam debat capres beberapa hari lalu itu, menuai tanggapan dari Partai Golkar.

Wasekjen DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan, tindakan itu tidak produktif bagi pembangunan Indonesia ke depan. Karena seharusnya debat lebih mengedepankan visi, misi, konsep, dan program konkret untuk rakyat Indonesia.

Dirinya mengungkapkan, jika bicara pecat memecat, maka sebaiknya JK tidak lupa mengenai rekam jejak nya sendiri saat menjabat Menteri pada era Gus Dur menjadi Presiden. Ketika itu, JK pernah dipecat dari jabatannya sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

"Jadi jangan lupa, harus diingat bahwa JK dipecat Gus Dur karena korupsi", jelas Wasekjen DPP Partai Golkar yang juga mantan Ketua Umum DPP KNPI, Ahmad Doli Kurnia dalam keterangannya, Kamis (12/6/2014).

Doli mengingatkan, JK dipecat bukan saja karena korupsi, tapi juga kolusi dan nepotisme. "Alasan KKN itu diutarakan Gus Dur dalam Rapat Konsultasi Tertutup antara pemerintah dan DPR di gedung DPR, Jakarta, Kamis 27 April 2000. Saat itu Gus Dur memilih sampaikan alasan pemecatan JK secara tertutup ke DPR karena tidak ingin mempermalukan JK. Nepotisme JK saat itu lahirkan istilah yang populer disebut 'SDM', Semua Dari Makassar," ujarnya.

Menurut Doli, selain soal KKN Gus Dur juga memecat JK karena indisiplin. Yaitu karena pergi ke luar negeri tanpa izin Gus Dur. "Gus Dur berang, JK sebagai pembantu presiden pergi keluar negeri tanpa izin. Namun saat ingin dipecat Gus Dur, JK selamat karena menyodorkan kertas kosong yang diklaim sebagai izin. Gus Dur yang mengalami gangguan penglihatan percaya. Belakangan baru diketahui itu bohong. Jadi JK ini sudah punya bakat pembohong," tuding Sekjen PB HMI tahun 1999-2001 tersebut.

Menurut nya, rakyat perlu diingatkan lagi mengenai masalah itu. Sehingga, tidak memilih pemimpin seperti membeli kucing dalam karung. "Silakan rakyat yang menilai sendiri, itulah fakta yang harus di ingat. Sebagai cawapres, JK ini pun tidak bersih-bersih amat. Sayang saat JK dipecat Gus Dur KPK belum ada," ujar nya.
{republika}