Kisah Teman Seangkatan Tentang Kesederhanaan Prabowo



Jakarta
- Para teman seangkatan Prabowo Subianto, memiliki kenangan tersendiri dengan capres dari partai Gerindra. Di antaranya, mantan Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, .

Tono adalah teman seangkatan dengan Prabowo di Akademi Militer. Ia kemudian menjadi anak buah Prabowo di Kopassus saat bertugas di daerah Timor Timur dan Irian Jaya.

Kepada wartawan, Sabtu, (28/6/2014), Tono bercerita, bahwa saat bertugas di Timor Leste tahun 1978 Prabowo merupakan komandan kompi, sedang dia sendiri adalah komandan peleton. Dia mengatakan, kepemimpinan Prabowo yang sangat bersahaja, karena langsung turun ke bawah.

“Face to face leadership. Setiap ada kontak senjata, dia selalu bersama kami,” kata Tono.

Saat berhasil menangkap tokoh Fretilin, Nicolau Lobato tahun 1978, selain mendapat kenaikan pangkat istimewa, Prabowo juga berhak atas penghargaan Bintang Sakti. Namun, dengan rendah hati, dia meminta agar penghargaan Bintang Sakti itu diberikan saja ke beberapa anak buahnya.

Tidak hanya itu, Prabowo juga mengirim sebagian besar anak buahnya bersekolah ke luar negeri seperti di Australia, Amerika Serikat dan Inggris.

“Begitu sayang pada anak buah pada tahun 1995 dia membuat program sekolah ke luar negeri bagi 150 perwira muda yang pintar,” tutur Tono.

Tono mengatakan, Prabowo telah mengajarkan bagaimana seorang pemimpin selain bisa bersikap adil tapi juga harus bisa menyejahterakan.

“Dia tak pernah menjelekkan orang lain dan atasannya. Dia teladan yang baik bagi kami,”  {rmol}