Kivlan : Prabowo Subianto Tidak Terlibat Peristiwa Mei 1998



Jakarta
- Mayor Jenderal Kivlan Zein, mantan purnawirawan TNI, mengatakan, adanya tuduhan yang menyebut mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto terlibat dalam peristiwa Mei 1998 dengan berujung hilangnya 13 Aktivis yang diduga diculik tidak mendasar.

Kivlan Zein mengungkapkan, Prabowo Subianto tidak terlibat dalam tragedi kemanusiaan Mei 1998. Sebab, ketika kejadian itu Prabowo sudah tidak lagi menjabat Danjen Kopassus.

"Jadi 13 orang yang hilang itu bukan tanggung jawab Prabowo. Saat itu dia telah meninggalkan Kopassus," kata Kivlan usai memberikan laporan ke Ombudsman, Gedung Pengadilan Tipikor Jln. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/6/2014).

Saat peristiwa itu, Kivlan mengaku menjabat sebagai panglima tingkat dua dan bertugas di Malang, Jawa Timur. Ia mendapat laporan dari intel bahwa 13 orang yang hilang itu diamankan untuk mengantisipasi Sidang Istimewa MPR.

Kivlan menyatakan, bersedia memberikan keterangan agar peristiwa 16 tahun silam segera terungkap. Namun Kivlan merasa tidak enak dengan beberapa pihak yang dalam laporan intel saat itu diduga terlibat.

"Kalau mau kasus ini terang benderang saya siap. Nanti ada satu panel nasional untuk menjelaskan kasus 98, Ambon, Priok, Poso, Sampit. Ini harus diselesaikan secara nasional. Kalau saya bongkar semua, kasihan Megawati. Karena saat itu dalam tragedi banyak foto Mega," ungkap nya. {rmol}