''Pernyataan Jokowi Bahayakan Persatuan Bangsa''



Jakarta
- Terkait pernyataan Capres PDI-P, Jokowi, mengenai pemangkasan anggaran daerah-daerah yang tidak patuh pada pemerintah pusat jika dirinya menjadi presiden, di nilai sebagai pernyataan berbahaya dan bisa memicu disintegrasi bangsa.

"Pernyataan ini berbahaya buat persatuan bangsa. Bagaimana kalau yang dikenakan sanksi atau yang dikatakan tidak patuh itu adalah daerah-daerah yang selama ini sudah mengancam mau memisahkan diri seperti Papua, Papua Barat,Riau dan Aceh?," kata Wakil Ketua Umum PAN, Drajad Wibowo, kepada wartawan, Rabu (11/6/2014).

Bukan hanya itu, rencana Jokowi tersebut akan menimbulkan kerusuhan sosial. Karena masih banyak daerah yang masih mengandalkan pemerintah pusat untuk membayar beberapa kewajibannya, seperti gaji pegawai. Beberapa pelayanan kepada masyarakat yang minimal pun bisa terganggu karenanya.

"Yang namanya hukuman dengan pemotongan pasti juga nilainya besar, karena kalau potongan kecil tentunya tidak memberikan efek jera. Kalau pemotongannya besar, bagaimana dareah membayar gaji guru, gaji dokter, gaji perawat dan sebagainya? Ini akan menimbulkan kerusuhan sosial," ujar Drajad.

"Kalau dokter atau perawat tidak digaji, mereka tidak akan bekerja. Dan kalau dokter dan perawat tidak bekerja, maka masyarakat tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” {rmol}