Pinjam Uang Rp 1,9 Triliun, Gubernur Aceh Di Kritik



Banda Aceh
- Pemerintah Aceh berencana meminjam dana lunak dari Pemerintah Jerman senilai Rp 1,9 triliun guna membangun rumah sakit. Rencana tersebut pun menuai kritik dari berbagai kalangan.

Menurut Ketua Ombudsman perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin, peminjaman dana tersebut saat ini belum relevan dilakukan oleh Pemerintah Aceh. Karena Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) masih cukup untuk membangun berbagai macam fasilitas kesehatan dan lainnya di Aceh.

"Selain itu, sesuai Pasal 4 PP 30 Tahun 2011 Tentang Pinjaman Daerah, disebutkan pemerintah daerah dilarang meminjam langsung anggaran ke luar negeri, itu bisa dilakukan kalau ada usulan dari Pemerintah Pusat," jelas Taqwaddin di Banda Aceh, Selasa (3/6/2014).

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan, rencana ingin meminjam dana lunak dari Pemerintah Jerman tersebut merupakan perbuatan sia-sia dan telah membuat anggaran Aceh boros.

"Padahal ada dana hibah bansos di Aceh setiap tahunnya Rp 1,5 triliun, belum lagi dana kerja Gubernur Rp 100 milir pertahun dan juga tunjangan untuk PNS di Aceh mencapai Rp 530 milir pertahunnya," beber Alfian. (abhy)