Enggan Dikaitkan Dengan Aliran Syi'ah, Unsyiah Akan Ganti Nama



Banda Aceh - Salah satu kampus ternama di Provinsi Aceh, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) akan berganti nama. Hal tersebut di lakukan untuk menepis anggapan sebagian pihak yang menuding kampus tersebut terkait dengan aliran Syi'ah.

Oleh sebab itu, Unsyiah akan menggelar diskusi publik untuk mendengar pendapat berbagai pihak atas wacana pergantian nama universitas tersebut. Acara diskusi publik tersebut akan dilangsungkan Rabu (2/6/2014) di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah.

Diskusi tersebut akan di hadiri oleh para pejabat Muspida Provinsi Aceh, para alumni Unsyiah, para pemangku kepentingan, serta seluruh civitas akademika Unsyiah. Forum diskusi ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi tentang perlu tidaknya Unsyiah melakukan penggantian nama.

Wacana penggantian nama universitas tertua di Aceh ini terungkap dalam pidato Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Syamsul Rizal MEng, saat melantik pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah periode 2014-2016, di Banda Aceh, Rabu (25/6/2014).

Awalnya, wacana tersebut dilontarkan oleh beberapa pihak dalam berbagai diskusi. Ada laporan dari masyarakat bahwa nama Unsyiah di luar Aceh dan juga di luar negeri, bahwa Unsyiah itu di anggap terkait dengan aliran Syi'ah, salah satu aliran yang di anggap sesat dalam agama Islam.

Nama “Universitas Syiah Kuala” diambil dari nama salah satu ulama besar Aceh zaman dulu, yaitu Syech Abdurrauf As-Singkili, atau juga dikenal dengan nama Teungku Syiah Kuala. Nama perguruan tinggi ini secara resmi tertabalkan sejak awal dengan kata “Syiah Kuala”, yaitu sejak tanggal 2 September 1959.

Prof. Samsul juga mengundang semua pihak secara terbuka, untuk mengikuti acara diskusi publik ini.

“Acara ini akan sangat penting, dan akan menjadi salah satu referensi yang kemudian akan dikaji lebih lanjut untuk mempertimbangkan perlu tidaknya nama Unsyiah diganti,” tegas Samsul. (abhy)