Jokowi Tidak Siap Kalah, TNI Dan Polri Sangat Di Butuhkan



Jakarta
-  Prabowo Subianto sudah berkali kali menyebutkan bahwa dirinya siap menerima hasil penghitungan KPU baik kalah atau menang. Namun, Jokowi tak pernah menyuarakan hal serupa.

Akademisi dari Universitas Indonesia, Taufik Bahauddin mengatakan, dalam kajian manajemen pikiran dapat dikatakan bahwa secara rasional Jokowi mau dan tidak siap menerima kekalahan.

"Dari kajian manajemen pikiran, secara rasional saja tidak mau menerima dan tidak siap kalau kalah, apalagi secara emosional. Program otak yang dibangun cuma menang dan merupakan proses membangun keyakinan pada dirinya. Menang sudah menjadi kebenaran mutlak bagi pemilihnya," ujar Taufik saat dihubungi, Sabtu (19/7/2014)

Taufik mengatakan, kesiapan dan ketegasan TNI/Polri sangat dibutuhkan, mengingat sikap Jokowi yang tidak mau kalah ini.

"Tergantung kesiapan dan ketegasan TNI/Polri. Kalau rusuh mesti ujungnya akar rumput dengan media yang memanas-manasi. Khawatir ada skenario besar negara-negara asing jadi pemain lewat media mereka," ujar Taufik

"Ini bukan sekedar Pilpres dan demokrasi hanya bungkusnya saja. Urusan apa Bill Clinton sampai datang seminggu? Mereka akan usahakan jadi peluang agar kita mundur lagi dan ekonomi terganggu sehingga saat AFTA tahun depan kita jadi korban," tegas Taufik.{rmol}