Yusri Ihza Mahendra Pastikan Prabowo Tidak Dihukum



Jakarta - Sikap Prabowo Subianto yang dianggap bisa dipidana setelah mengundurkan diri dari proses Pilpres 2014 menurut Yusri Ihza Mahendra tidak berdampak apapun.

"Norma pasal 245 UU Pilpres menyatakan pasangan capres yang bisa dipidana adalah yang mengundurkan diri sebelum pencoblosan. Norma yang sama berlaku bagi parpol pengusung yang menarik mundur pasangan calon yang didukungnya sebelum pencoblosan," jelasnya melalui akun Twitternya.

Dia menjelaskan, aturan itu untuk mencegah batalnya Pilpres, apalagi pasangan calonnya hanya dua pasang. Jika pasangan calon hanya dua dan salah satu menarik diri dari pencalonan, maka pasangan yang tinggal satu itu beradu dengan kertas kosong.

"Jika ada pasangan calon yang telah ditetapkan dan mengundurkan diri sebelum pencoblosan, bisa diancam dengan pidana. Partai pengusung nya jika melakukan hal yang sama, diancam dengan pidana pula," terang Yusril.

Namun, jika pasangan calon atau partai pengusungnya menarik diri sesudah pencoblosan, barulah tindakannya tidak diancam pidana. Karena pengunduran diri tersebut sudah tidak berefek apapun pada pelaksanaan Pilpres. 

"Sebab itu kemarin saya katakan, mundurnya Prabowo, baik mundur dari pencalonan atau mundur dari rekapitulasi di KPU, tidak ada efeknya," ujar nya.

Ketika belakangan Prabowo tidak menerima hasil Pilpres, hal itu juga tidak melanggar UU. Penarikan diri tersebut terjadi sesudah pencoblosan.

"Terhadap Prabowo sendiri, apapun tafsir terhadap istilah menarik diri yang dikemukakan, tidak dapat diancam pidana dengan pasal 245 UU Pilpres," tegasnya kembali. (rmol)