Insiden Pembubaran Paksa, Menko Polhukam Minta Maaf



Jakarta - Menteri Koordinator Politik bidang Hukum dan HAM (Menkopulhukam), Djoko Suyanto mengapresiasi situasi kondusif pasca sidang putusan Mahkamah Konstitusi meski sempat terjadi gesekan di sekitar patung kuda. Walaupun, adanya aksi yang dilakukan membubar paksa massa pendukung Prabowo-Hatta dengan menembakkan gas air mata oleh kepolisian.

"Saya pahami gesekan-gesekan tersebut, Namun saya sangat apresiasi mereka, karena masih patuh pada koridor hukum, meskipun ada gesekan kecil," kata Djoko saat konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (22/8).

Walau sat itu, masa pendukung Prabowo-Hatta secara sadar membubarkan diri meskipun terpaksa dibubarkan oleh aparat sebelum demo berakhir pukul 18.00 WIB. Khusus kejadian di area patung kuda, di mana ada sekitar 50an korban terluka versi tim Prabowo-Hatta, Djoko menyatakan siap bertanggung jawab.

"Kalaupun ada terluka atas tindakan preventif yang terpaksa d lakukan aparat kemarin, saya Menkopolhukam bertanggung jawab yang diberi tugas oleh presiden," kata Djoko

Ia juga meminta maaf atas kejadian yang tidak nyaman itu. Menurut Djoko, tindakan aparat kemarin hanya bentuk tugas dan tanggung jawab sebagai penegak keamanan.

"Bagi yang mengalami ketidaknyamanan kemarin. Perlu diketahui, anak-anak di bawah sekedar melaksanakan tugas, tanggung jawab di saya," demikian Djoko.(rmol)