Ketum KADIN : SBY Meninggalkan Bom Waktu






Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto menilai pemerintahan SBY seperti meninggalkan bom waktu untuk pemerintahan mendatang. Bom waktu itu adalah subsidi BBM yang tak kunjung dihapus.

"Pemerintah sekarang tidak memerlukan popularitas lagi. Tidak memikirkan harus dipilih lagi. Sekaranglah yang bisa dilakukan itu, jangan meninggalkan bom waktu ini kepada pemerintahan yang akan datang," ujar Suryo usai penandatangan nota kesepahaman dengan Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2014).

Suryo menilai, anggaran subsidi yang mencapai sebesar Rp 400 triliun lebih efisien jika dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di daerah.

"Ini mengganggu perekonomian kita kalau strukturnya tidak memadai. Apakah bandara atau pelabuhan laut. Saya yakin pertumbuhan ekonomi akan meningkat lebih tinggi dari sekarang ini. Masalahnya kan semua dana terserap ke subsidi BBM," ujarnya.

Suryo tak menampik jika dengan dihapuskannya anggaran subsidi BBM maka akan berdampak kepada inflasi. "Tapi kan di sisi lain ekonomi akan tergerak. Akan terkoreksi sendiri, penyesuaian akan terjadi," tuturnya. (merdeka)