Politisi PDI-P Ini Menolak Kenaikan Harga BBM




Jakarta - Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP, Maruarar Sirait menyatakan dirinya menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurut Maruarar, masih banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi sempitnya ruang gerak RAPBN 2015 bagi pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya secara pribadi menyatakan tolak kenaikan BBM, masih banyak cara untuk efisiensi," tegas Maruarar, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Solusi nya, kata Maruarar, adalah memangkas biaya perjalanan dinas Jokowi-JK. "Saya yakin Pak Jokowi akan memangkas perjalanan dinasnya sendiri, karena dia tipe orang yang dimulai dari diri sendiri, kalau pimpinannya efisien masa bawahannya tidak hemat," ujar nya.

Dari sisi pengamanan, Maruarar meyakini Jokowi tidak akan membawa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) secara berlebihan dalam perjalanan-perjalanan dinasnya guna menghemat anggaran.

"Saya yakin Paspampres kita paling hebat, presiden kita gak ada yang ditembak kok, kalau dia tetap sama rakyat, pasti akan semakin disenangi oleh rakyat,"

Maruarar juga mengatakan, partai PDI-P selama ini menjadi partai yang menentang kenaikan harga BBM bersubsidi. Oleh sebab itu, dirinya berkomitmen untuk konsisten di setiap langkah yang sudah diambil.

"Ini tantangan kita, itu bagian dari konsisten," pungkas nya. {merdeka}