Koalisi Pendukungnya Terancam Pecah, Jokowi Mulai Khawatir

 


Jakarta - Solid nya Koalisi Merah Putih di parlemen yang menguasai 360 kursi di DPR alias 64,28 persen, sedangkan kubu Jokowi-JK yang hanya menduduki 207 kursi alias hanya 36,96 persen suara di parlemen. Dan perpecahan yang timbul di kubu pendukung nya, telah membuat Jokowi merasa khawatir.

"Kekuatan Koalisi Merah Putih sejak awal sudah tergambar jelas jauh lebih kuat dari parpol pendukung Jokowi-JK. Namun yang benar-benar dikhawatirkan Jokowi saat ini adalah pecahnya barisan koalisi parpol pendukungnya di parlemen," ujar peneliti senior bidang politik LIPI Dr Dr Syarif Hidayat di Jakarta, Jumat (5/9/2014).

Dirinya menyayangkan sikap Jokowi yang sejak awal mencanangkan koalisi ramping dan koalisi tanpa syarat kepada parpol pendukungnya. Menurut Syarif, koalisi ramping tentu akan menjadi sangat ideal kalau tidak pecah, karena tujuan koalisi ramping ini sendiri adalah menghindari banyaknya konflik kepentingan. Namun belakangan bibit perpecahan mulai terasa sehingga memaksa Jokowi untuk berusaha menarik beberapa anggota KMP masuk ke kubunya.

''Saya melihat setelah Jokowi-JK menang, partai pendukung minta kursi, relawan juga minta kursi. Disinilah mungkin terjadi kontetasi antara relawan dan partai. Jadi persoalan utamanya bukan kwantitas dukungan tapi kwalitas dari dukungan itu sendiri'', ungkap Syarif.

Seperti diberitakan, belakangan ini sudah muncul berbagai perbedaan antara Jokowi dengan parpol pendukungnya maupun para relawannya. Dimulai dari digeruduknya Kantor Transisi oleh puluhan orang Relawan Jokowi pimpinan Boni Hargens yang diduga meminta jatah kursi menteri.

Keinginan Jokowi untuk menaikkan harga BBM juga bertentangan dengan garis kebijakan PDIP yang meminta Jokowi agar tidak menaikan BBM. Selain itu, permintaan Jokowi agar menterinya terlepas dari jabatan di parpol mendapat penolakan keras dari politisi parpol pengusungnya. {jpnn}