Mantan GAM Australia : Polisi Harus Hentikan Pengejaran Din Minimi



Banda Aceh - Mantan anggota GAM Australia yang tergabung dalam Acehnese Australia Association Committee (AAAC) aksi kelompok Din Minimi memprotes kebijakan Doto Zaini - Mualem wajar karena kepemimpinannya tidak adil.

Perwakilan mantan GAM Australia, Sufaini Usman Syekhy dalam konferensi pers, Rabu (15/10/2014) mengatakan, munculnya kelompok Din Minimi itu tidak terlepas dari kepemimpinan Doto Zaini dan Mualem yang lebih mementingkan kelompok dan keluarganya.

Sedangkan mantan kombatan GAM, janda korban konflik dan anak yatim terbengkalai tanpa ada yang perhatian khusus dari Pemerintah Aceh yang notabene dipimpin oleh mantan kombatan GAM itu.

Dia pun berharap polisi tidak bertindak represif dan diminta untuk bersikap adil dan bijak terhadap kelompok tersebut. Polisi perlu menyelesaikan kasus ini dengan cara preventif dan menjaga Aceh selalu dalam kondusif.

"Jadi kami meminta polisi untuk menghentikan pengejaran terhadap Din Minimi tersebut, karena dia protes karena ketidakadilan dari kebijakan Pemerintah Aceh sekarang," ujar Sufaini Usman Syekhy.

Sebelumnya, kelompok Din Minimi beberapa waktu lalu mendeklarasikan dirinya sebagai kelompok yang akan melawan Pemerintah Aceh dengan menenteng senjata laras panjang. Kelompok tersebut dipimpin oleh Din Minimi menganggap Pemerintah Aceh tidak adil dan hanya mementingkan kelompok dan keluarganya sendiri.

Sebelumnya, Din Minimi yang merupakan mantan anggota GAM melakukan protes dan menentang kebijakan Pemerintahan Aceh dengan cara menenteng senjata di Aceh Timur, dan menuai polemik. Akibat aksinya tersebut, kini Din Minimi sedang diburu oleh Polda Aceh. (abhy)