Rachmawati : Kok Kejagung Bebaskan Jokowi ?



Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri mengaku, dirinya menyesalkan pernyataan Kejaksaan Agung yang menyatakan bahwa Jokowi tidak bersalah dalam kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta senilai Rp 1 triliun.

"Jokowi jelas-jelas sebagai gubernur, yang memberi kuasa anggaran, tapi gubernurnya sendiri yang membuat surat keputusan tidak diperiksa. Masak bisa dikatakan tidak terbukti, padahal belum ada gelar perkara," katanya dalam jumpa pers di kediaman, Jalan Jati Padang Raya, Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Rachma juga mempertanyakan langkah penegak hukum, yang hanya menjadikan beberapa tersangka. Salah satunya, termasuk mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono. Padahal, Jokowi saat menjabat gubernur DKI Jakarta juga patut bertanggungjawab atas pengadaan bus TransJakarta yang bermasalah. Apalagi, Jokowi belum pernah sekalipun dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

"Saya harapkan ini sebagai salah satu bela negara dan bersikapnya harus jujur yang adil. Karena kalau tidak adil akan menjadi preseden buruk bagi bangsa," jelasnya.

Ia juga mencontohkan, jika Jokowi berada di institusi seperti TNI dan Polri, maka Jokowi tersebut sudah pasti diberhentikan karena Jokowi harus bertanggungjawab. Mengingat, saat pengadaan bus TransJakarta, Jokowi adalah atasan langsung dari Udar Pristono.

"Kalau di ABRI, Jokowi sudah tidak terpakai. Karena kalau di ABRI anak buahnya melakukan kesalahan, tentu komandannya juga akan ikut bertanggungjawab," tandasnya. (MO)