Terapkan Hukum Cambuk, Aceh Mengalami Kemunduran HAM



Banda Aceh - Hukuman cambuk yang diterapkan di Aceh, menurut KontraS adalah hukuman yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia.

“Hukuman cambuk merupakan bentuk hukuman yang kejam, tidak manusiawi, tidak mendidik, dan menimbulkan efek psikis dan psikologis,” kata Koordinator KontraS Aceh, Destika Gilang Lestari dalam pernyataannya, Sabtu (4/10/2014).

Dia menyebutkan, pengesahan Qanun Hukum Jinayat yang ikut mengatur hukuman cambuk dan denda emas bagi pelanggar syariat Islam, menciderai hukum positif di Indonesia, khususnya di Aceh. Berlakunya qanun itu kepada warga non-muslim juga dinilai sebagai kemunduran HAM di Aceh.

“Pengesahan Qanun Jinayat tersebut juga tidak menghargai HAM yang berlaku secara utuh, dan menyeluruh terhadap semua golongan ras, suku, bangsa dan agama manusia itu sendiri,” ujar Destika.

Destika juga menyayangkan, penerapan qanun syariat Islam masih pandang bulu dan dicambuk hanya masyarakat kecil saja, sementara pejabat yang tertangkap mesum selalu bebas dari jeratan cambuk. {okezone}