DPD IMM Aceh Menolak Pengosongan Kolom Agama Pada KTP





Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh mengecam keras terhadap rencana Pemerintah Pusat yang akan menghapuskan kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk. Ini bukan persoalan sepele justru ini akan berdampak serius terhadap umat beragama khususnya umat islam. Kita ketahui agama yang resmi terdafatar di Indonesia adalah 6 yakni Islam, Kristen Protestan, Khatolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Coba kita lihat dari payung Indonesia yang tertuang dalam sila pertama Pancasila justru kebijakan ini bertentangan dengan Pancasila.

Agama jugalah yang banyak mengatur bagaimana cara hidup seseorang mulai dari awal berkehidupan di dunia sampai akhir kehidupan didunia, sehingga dapat beradaptasi dilingkungan sosial. Apajadinya bila yang tak beragama masuk dalam lingkaran masyarakat Indonesia? Persoalan ini juga akan berdampak secara kolektif terhadap kondisi social, politik, ekonomi dan budaya jika ini terjadi. Jangan samakan negeri barat dengan negeri kita, kita punya khultur yang berbeda.

DPD IMM Aceh tidak hanya melihat secara nasional namun perlu dilihat dari kacamatanya Aceh. Dimana Aceh dari dulu punya kekhususan tersendiri dalam menganut agama (Islam). Apa yang terjadi jika pemerintah pusat melegalkan persoalan ini? Kita meminta kesemua elemen masyarakat Aceh, Tokoh Ulama khususnya Pemerintah Aceh, DPRA dan DPRI yang berasal dari Aceh agar tidak mendukung polemik ini. Jangan jadikan Aceh sebagai umpan dari strategi sekulerisme yang justru akan merusak tatanan masyarakat aceh, kita harus melawannya, bila ini terus dibiarkan jangan harap Seramoe Mekkah masih bertahan di Aceh.

Penulis adalah Andika Ichsan (Sekretaris Umum DPD IMM Aceh)