Menteri Agraria : Utamakan Sang Penemu Dalam Pembagian Batu Giok 20 Ton



 
Banda Aceh - Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, memberikan saran kepada Pemkab Nagan Raya agar lebih mengutamakan warga penemu batu giok 20 ton, dalam mengatur pembagian batu giok tersebut.

"Penemu pertama dan masyarakat itu harus diutamakan untuk diberikan haknya, baru kemudian pada pihak-pihak lainnya," sebut Ferry Mursyidan Baldan, Sabtu (28/02/2015), ketika memberikan kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Ferry menjelaskan, pemindahan batu giok tersebut adalah untuk mencegah konflik lebih panjang. Batu giok tersebut tetap dibelah oleh Pemkab Nagan Raya, dengan melibatkan puluhan tenaga kerja dan 8 alat pemotong batu.

"Ini peran pemerintah untuk mencegah konflik dan memperjelas persoalan pertanahan," ujarnya.

Dirinya juga menyebutkan, peran pemerintah dalam melakukan pengaturan tentang pertanahan sangat penting. Terutama untuk mendeteksi keberadaan giok atau batu mulia lainnya, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

 "Pemerintah Aceh itu harus mendeteksi secara teknologi potensi-potensi giok, sehingga tidak terjadi kerusakan lingkungan,"pungkasnya. (jpnn)