Teuku Riefky : 4 Pilar Kebangsaan Harus Ditanamkan Sejak Dini



Banda Aceh - Anggota DPR-RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya,MT mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk meningkatkan, memperkuat dan memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai mendasar empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal tersebut di ungkapkan Teuku Riefky Harsya saat menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang diselenggarakan di Aula LSM Inspirasi Pemuda Aceh (LSM-IPA), Sabtu (14/03/2015).

“Sebagai Provinsi pernah dilanda konflik, sudah seharusnya kita menanamkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan ini menjadi dasar ideologi kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Teuku Riefky.

Namun, Riefky tidak menampik bahwa dalam penerapan empat pilar di Aceh sering mengalami kendala dan mendapat tantangan dari arus globalisasi. Terlebih Aceh sebagai daerah yang memiliki kewenangan khusus dalam menerapkan syariat Islam, sehingga arus Globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi Aceh.

“Pancasila sebagai ideologi bangsa, bukan hanya dibacakan dalam teks pidato semata atau sebagai live service saja, akan tetapi Pancasila harus hidup dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Politisi Demokrat ini.

Menurut Riefky, sebagai warga negara, sepatutnya masyarakat mengetahui tentang empat pilar kebangsaan, karena empat pilar kebangsaan merupakan azas bangsa Indonesia yang dalam menata kehidupan bernegara dan berbangsa dan mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kemanusian serta selalu mengedepankan musyawarah agar terjalin persatuan dan kesatuan.

“Oleh karenanya perlu diperlukan pemahaman dan orientasi yang sama tentang wawasan kebangsaan bagi penyelenggara negara dan masyarakat, sehingga tidak ada celah pihak luar untuk mendorong bangsa kita dari berbagai dimensi,” harapnya.

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur LSM IPA, Aidil Mahendra beserta pengurus, Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadhila, sejumlah tokoh masyarakat, mahasiswa dan sejumlah tamu undangan lainnya. {ril}