Warga Australia Serang KJRI Dengan Cairan Mirip Darah



Jakarta - Ketegasan pemerintah Indonesia yang tak mengabulkan permintaan pemerintah Australia untuk membebaskan duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari hukuman mati, mulai memicu protes dan aksi teror yang mengkhawatirkan.

Kemarin (03/03/2015), KJRI di Sydney menerima pesan protes berupa beberapa balon yang berisi cairan merah mirip darah.

"Kami pertama kali melihat benda berupa balon berisi cairan sekitar 8-10 buah dan bercak menyerupai darah di gerbang kantor pada pukul 05.40 (waktu setempat). Setelah itu, kami melakukan kontak ke Kantor Kepolisian pada pukul 06.05 dan mereka tiba 10 menit. Setelah dicek di CCTV, ada aksi pelemparan balon oleh seorang wanita selama lima menit pada pukul 22.27 malam sebelumnya," ujar Konsul Jenderal untuk Negara Bagian New South Wales Yayan Mulyana saat dihubungi.

Dia mengatakan, anggota Forensic Service Group telah memeriksa TKP dan mengambil sampel cairan. Namun, sampai saat ini belum ditemukan informasi tentang cairan tersebut.

"Saat ini kantor KJRI terus berada dalam pengawasan dan penjagaan polisi. Kami terus melakukan konsolidasi dengan seluruh staf untuk tetap hati-hati, waspada dan saling menjaga. Namun, kami tetap melaksanakan tugas keseharian," katanya.

Dirinya menghimbau para WNI yang ada di Australia untuk tak terpancing emosi. Namun, dia mengaku belum memberlakukan travel warning atau meningkatkan status keamanan di kota tersebut.

"Kami sangat percaya terhadap tindakan yang dilakukan kepolisian. Sejauh ini Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan travel warning kepada WNI yang akan bepergian ke Australia,"tegasnya. {jpnn}