Polisi Larang Wartawan Ikuti Rekonstruksi Kasus Abraham Samad

Polisi Larang Wartawan Ikuti Rekonstruksi Kasus Abraham Samad


Makassar -
Rekonstruksi kasus Abraham Samad dibuka pagi ini, Minggu, (17/05/2015) di kantor camat Panakukkang. Setelah kedatangan Imran Samad, mantan Camat Panakkukang yang juga kakak kandung Abraham Samad sekitar pukul 11.50 WITA, Kasubdit IV Direskrim Umum Polda Sulsel, AKBP Adip R keluar dari ruang 12 bagian Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) menemui wartawan.

"Saya tidak akan berikan keterangan. Saya harap rekan-rekan wartawan menjauh, keluar dari ruangan ini. Karena khawatirnya jika teman-teman wartawan yang begitu semangat meliput, bisa mengganggu jalannya proses rekonstruksi," tegas AKBP Adip R.

Adip meminta para wartawan untuk saling menghargai tugas. "Kami punya kode etik, teman-teman punya kode etik. Jadi biarkan kami di dalam bekerja dengan leluasa," ujarnya.

Abraham Samad menjadi tersangka atas kasus dugaan pemalsuan dokumen pada 2007 silam. Dokumen yang diduga dipalsukan oleh Samad adalah paspor atas nama Feriyani Lim. Samad juga diduga membantu membuatkan KTP dan Kartu Keluarga palsu untuk memudahkan pengurusan paspor tersebut. Feriyani sendiri juga menjadi tersangka atas kasus itu.{okz}