Teuku Riefky : Pemuda Harus Menjadi Pelopor Utama Basmi Narkoba di Aceh

Teuku Riefky : Pemuda Harus Menjadi Pelopor Utama Basmi Narkoba di Aceh


Banda Aceh - Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Teuku Riefky Harsya,MT meminta pemuda Aceh untuk memerangi narkoba yang semakin marak terjadi di Aceh.

"Narkoba ini adalah musuh bersama, sehingga pemuda harus menjadi pelopor utama untuk melawan dan memberantas peredaran narkoba di Aceh," ujar Ketua Komisi X DPR-RI, Teuku Riefky Harsya,MT di depan para peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dihadiri 150 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, Minggu (17/05/2015) di Aceh Besar.

Menurut Teuku Riefky, peredaran narkoba di Aceh sangatlah memprihatinkan, terlebih narkoba saat ini telah merasuki sejumlah elemen masyarakat di Aceh.

"Narkoba adalah virus yang merusak generasi muda, sehingga harus diberantas sampai ke akar-akarnya," tegas Teuku Riefky.

Dalam kesempatan itu, Teuku Riefky mengapreaiasi langkah dan upaya aparat penegak hukum yang telah serius dalam memberantas kejahatan narkoba ini, hingga beberapa bulan belakangan ini, berhasil menangkap pelaku kejahatan narkoba dengan menyita barang buktinya, sehingga bisa menyelamatkan dan mencegah ribuan nyawa anak bangsa dari bahaya narkoba.

"Kalaulah generasi muda kita teracuni barang haram tersebut, tentu kita tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Indonesia dan Aceh kedepannya, sehingga ini harus menjadi musuh bersama," tandasnya.

Selain itu, Teuku Riefky juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk meningkatkan, memperkuat dan memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai mendasar empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga generasi muda tidak muda terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang ingin Aceh ini aman dan damai.

"Sebagai Provinsi pernah dilanda konflik, sudah seharusnya kita menanamkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan ini menjadi dasar ideologi kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Anggota DPR-RI asal Aceh ini.

Namun, Riefky tidak menampik bahwa dalam penerapan empat pilar di Aceh sering mengalami kendala dan mendapat tantangan dari arus globalisasi. Terlebih Aceh sebagai daerah yang memiliki kewenangan khusus dalam menerapkan syariat Islam, sehingga arus Globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi Aceh.

“Pancasila sebagai ideologi bangsa, bukan hanya dibacakan dalam teks pidato semata atau sebagai live service saja, akan tetapi Pancasila harus hidup dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Politisi Demokrat ini.

Selaku warga negara, tambah Riefky, sudah sepatutnya masyarakat mengetahui tentang empat pilar kebangsaan, karena empat pilar kebangsaan merupakan azas bangsa Indonesia yang dalam menata kehidupan bernegara dan berbangsa.

"Atas dasar itulah, empat pilar ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, karena empat pilar ini merupakan hal dasar sebagai landasan berdirinya dan tegaknya bangsa Indonesia,” ungkapnya. {abhy)