Teuku Riefky : Apresiasi Polda Aceh Berhasil Tangkap Pelaku Ijazah Palsu

Dok; Ajp.com

BANDA ACEH - Ketua komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Teuku Riefky Harsya mengapresiasi langkah kepolisian Aceh yang berhasil menangkap empat pelaku pembuat ijazah palsu.

"Kita sangat mengapresiasi upaya kepolisian yang telah mengusut keberadaan ijazah palsu di Aceh dan berhasil menangkap pelakunya, ini adalah sebuah komitmen dari kepolisian yang patut diapresiasi," ujar Teuku Riefky saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yang mengangkat tema Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara, Sabtu (20/6).

Selaku Komisi yang membidangi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, (Kemenristekdikti), kata Teuku Riefky, pihaknya juga telah mendorong Menristekdikti untuk membongkar peredaran ijazah palsu di Indonesia dan Aceh khususnya.

"Tujuan membongkar keberadaan ijazah palsu selain memberantas sebuah tindakan kriminalitas, namun juga untuk memotivasi agar generasi muda kita mampu bersaing dengan negara asing, karena ijazah palsu itu telah merusak tatanan pendidikan dan membuat resah bagi mahasiwa yang selama ini bersusah payah menuntut ilmu di bangku kuliah," ungkap politsi asal aceh ini.

Jika tidak segera diberantas, tambah ketua IMDI Pusat ini, selain melakukai hati para mahasiswa yang menuntut ilmu, juga akan menumbuhkan sifat apatis kepada generasi muda dalam cinta tanah air. Selain itu, lanjutnya, adanya kasus ijazah palsu memperlihatkan adanya penyimpangan di dunia pendidikan. Hal ini harus menjadi renungan bagi pemerintah dan praktisi pendidikan.

"Kemenristekdikti harus bisa mengubah dan memperbaiki kinerja perguruan tinggi tanah air. Kasus yang memalukan ini jangan sampai terulang kembali," pintanya.

Menurut Wasekjen DPP Partai Demokrat ini, percuma jika seseorang lulus menggunakan ijazah palsu, namun tidak memiliki ilmu dan tidak mampu menunjukkan kompetensi mereka yang sesungguhnya.
"Kita juga meminta pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan dan harus tertata dengan baik," pungkasnya.

Jika orientasi pemerintah masih sebatas ijazah, kata dia, tidak menutup kemungkinan hal serupa akan terulang kembali. Sehingga, kedepan ijazah jangan terlalu diandalkan, namun harus juga diimbangi oleh kompetensi personalnya. 

‪"Saya berharap pemuda, mahasiswa dan masyarakat yang hadir hari ini, agar bisa mensosialisasikan dan juga harus mengambil bagian terdepan guna memberantas peredaran ijazah palsu," pintanya.

Teuku Riefky berharap kasus ijazah palsu tersebut harus segera dituntaskan, hal ini juga sesuai tuntutan sejumlah kalangan yang menginginkan mutu pendidikan indonesia  berkualitas dan bebas dari ijazah palsu.

"Minimal, 2016 kasus ijazah palsu ini harus tuntas, hal ini sesuai komitmen pemerintah," tegas politisi Demokrat ini.

Dalam kesempatan itu, Riefky juga mengajak para ratusan undangan untuk mengetahui tentang empat pilar kebangsaan, karena empat pilar kebangsaan merupakan azas bangsa Indonesia yang dalam menata kehidupan bernegara dan berbangsa.(abhy)