Kebijakan Harga BBM Tidak Jelas, Daya Beli Masyarakat Turun

Kebijakan Harga BBM Tidak Jelas, Daya Beli Masyarakat Turun


 
Jakarta - Menurun nya daya beli masyarakat membuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) goyah. Karena itu, Pemerintah diminta tidak selalu menyalahkan kondisi eksternal yang mendorong pelemahan daya beli masyarakat.

Direktur Institute for Development of Economic dan Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, mengatakan bahwa melambatnya perekonomian Indonesia dan menguatnya dolar AS terhadap hampir semua mata uang, termasuk rupiah, yang membuat sektor UMKM terhimpit. Belum lagi melemahnya daya beli masyarakat. Penurunan daya beli masyarakat inilah yang membuat produksi UMKM tak bergerak.

"Karena barangnya yang lalu tidak dibeli, dia tak mungkin lagi produksi lagi, misalnya produksi garmen, alas kaki, makanan, dan sebagainya. Ketika tidak dibeli, bagaimana mau tambah produksi?" kata Enny dalam diskusi "Senator Kita" di kantor Dewan Pers, Jakarta, Minggu, (23/08/2015)

Enny pun meminta pemerintah melihat lebih lanjut penyebab turunnya daya beli masyarakat. Salah satunya adalah kebijakan harga BBM. Menurutnya, kebijakan pricing ini adalah kebijakan harga BBM. Kebijakan ini dinilai tak punya perhitungan yang matang dan bisa berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat pun turut tergerus. Menurut dia, kenaikan harga BBM memang bertujuan untuk menyelamatkan APBN karena selama ini APBN.

"Kami meminta agar subsidi dikurangi, tapi bukan selalu menaikkan harga BBM, apalagi saat era Jokowi menaikkan harga BBM, diuntungkan dengan penurunan harga minyak dunia," katanya.

Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, Agus Muharam, menyarankan agar pemerintah meningkatkan serapan belanja, terutama di sektor infrastruktur. Kalau serapan di sektor ini berjalan, perekonomian akan bergerak dan daya beli masyarakat pun bisa meningkat.

"Kalau anggaran terserap, kepercayaan masyarakat dan investor bisa datang lagi. Kegiatan ekonomi bisa menggeliat dan daya beli masyarakat meningkat," ujar Agus. {viva}