Cegah Pelecehan Seks Pengungsi Terulang, Polres Lhokseumawe Turunkan Anggota





Lhokseumawe - Pihak Polres Lhokseumawe menempatkan 10 personel polisi di lokasi pengungsian Rohingya di Blang Adoe, Aceh Utara. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya kasus pelecehan seksual yang diduga terjadi terhadap sejumlah pengungsi.

“Ke depan kita menempatkan 10 personel polisi di shelter Blang Adoe. Dan juga nantinya ditambah dari pihak Pemerintah Aceh Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono, Rabu (30/09/2015).

Penyelidikan terkait dugaan pemerkosaan terhadap enam pengungsi Rohingya juga akan dilakukan oleh polisi. Namun, sejauh ini polisi membutuhkan penerjemah untuk memudahkan pengungkapan kasus.

Sebelumnya, ratusan pengungsi Rohingya di Desa Blang Ado, Kuta Makmur Aceh Utara diketahui mencoba keluar dari lokasi penampungan, Selasa siang (29/09/2015). Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kabar pemerkosaan yang menimpa warga Rohingya.

Sampai saat ini, belum ada kepastian terkait kebenaran kejadian tersebut. Dari enam orang pengungsi yang mengaku mengalami pelecehan seksual dan diperkosa, hanya satu dari ke enamnya yang bersedia melakukan visum.

via viva.co.id