Riefky Harsya : Tanamkan Budaya Membaca Sejak Dini



BANDA ACEH - Ketua komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Teuku Riefky Harsya,MT mengajak para orangtua untuk menanamkan budaya membaca kepada anak sejak dini.

Hal tersebut disampaikan oleh Teuku Riefky Harsya dalam seminar empat pilar kebangsaan yang diadakan di Aula LSM Inspirasi Pemuda Aceh (IPA), Minggu (25/10) Banda Aceh.

"Sudah saatnya kita menamkan budaya membaca kepada anak-anak kita sejak dini," ujar Teuku Riefky Harsya di depan seratusan peserta seminar.

Dengan banyak membaca, kata Teuku Riefky, selain akan menambah ilmu, juga menghindari pihak yang ingin membodohi anak-anak.

"Aksi kekerasan dan hal-hal lain yang menimpa kepada anak-anak akhir-akhir ini, juga salah satu faktor bahwa anak-anak kita tidak bisa memahami mana orang yang bersikap baik dan mana pihak yang ingin mencelakakan dirinya," ungkap wasekjend DPP Demokrat ini.

Untuk menambah minat membaca tersebut, tambahnya, para orangtua sebaiknya memberikan materi bacaan kepada anak-anak yang bersifat inovasi dan tantangan, sehingga bisa menumbuhkan rasa penasaran dan menambah minat anak untuk membaca.

"Baru-baru ini kita ada menyerahkan pustaka keliling, kita berharap dengan adanya pustaka tersebut bisa menumbuhkan semangat membaca dan menjadikan anak-anak Aceh yang cerdas dan berprestasi, karena, dizaman modern ini kita sadari budaya membaca mulai berkurang," ungkapnya.

Selain itu, Riefky juga meminta agar para orangtua harusbersikap tegas atas tontonan anak. Adegan kekerasan yang ditampilkan dalam film maupun acara TV dapat berpengaruh buruk pada psikologi anak.

"Kebiasan menonton dan memakai gadget itu, sudah saatnya kita ubah dengan cara membaca dan melakukan hal-hal positif yang bisa menambah wawasan anak," pinta politisi asal aceh ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur LSM IPA, Aidiel Mashendra. Menurutnya, anak-anak yang suka membaca merupakan calon anak-anak yang berprestasi.

"Membaca itu jembatan ilmu, dengan banyak membaca, maka anak-anak kita akan semakin cerdas, dan banyak-banyak orang cerdas itu, bukan faktor orang kaya, tapi faktor gemar membaca," pungkasnya. (Bhi)