Demi Bisa Kuasai Lahan, WNA Ilegal Modus Nikahi Warga Jabar



Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyebutkan, jumlah Warga Negara Asing (WNA) di wilayahnya menunjukkan peningkatan. Dan lebih gawatnya, para WNA ilegal itu merupakan mereka yang tak berduit namun berniat jahat ingin menguasai sejumlah lahan di Jawa Barat bermodus menikahi warga setempat.

"Saya ketemu Kominda (Komunitas Intelijen Daerah) saat meninjau Pilkada, salah satunya adalah keberadaan WNA yang masa tinggalnya sudah selesai, atau juga imigran gelap. Ada sekitar 500 orang, tahun lalu 300-an," ujar Deddy kepada wartawan di Bandung, Senin (14/12/2015).

"Jadi mereka kawin sama orang sini, nikah, kemudian ada perjanjian lahan yang mereka beli dan katanya ada di bawah hukum Singapura, jadi kalaupun cerai si istrinya tidak bisa menjual," ujarnya.

Dengan begitu, pasca dicerai si istri pun tak memiliki hak atas tanah tersebut, lanjut Deddy.

Salah satu contohnya, yakni banyak WNA Timur Tengah yang memadati daerah Cisarua, Bogor. Banyaknya warga asing di sana berbanding lurus dengan menjamurnya restoran Timur Tengah. "Jadi mereka ini ke sini bukan tanpa uang, mereka punya uang atau ditunggangi pihak-pihak tertentu," katanya.

Dari informasi yang diterima Deddy, WNA ilegal kini tersebar di Bogor, Subang, dan Karawang. Sayangnya, ia belum mendapat informasi ada berapa luas lahan yang sudah dikuasai oleh WNA ilegal ini.

"Kita belum tahu penguasaan lahannya berapa, tapi yang jelas ini harus ditindak, penting untuk ditertibkan, kalau tidak makin banyak lagi ya makin susah lagi," ucapnya.

Deddy pun menghimbau agar imigrasi bersama aparat penegak hukum terkait untuk melakukan razia serta mendeportasi para WNA ilegal ini. Pemprov kata dia, siap membantu jika pada pelaksanaannya membutuhkan bantuan Pemprov.

"Kita sifatnya membantu, karena ini urusannya imigrasi yang seharusnya melakukan operasi bekerjasama dengan aparat penegak hukum. Yang perlu kita ketahui adalah bahwa ini sudah terjadi," tegasnya. {mdk}