Di Aceh Barat 3 Orang Dihukum Cambuk



Meulaboh - Dari 21 orang terpidana judi di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, 3 orang diantaranya dieksekusi hukuman cambuk sebanyak lima kali di depan khalayak ramai karena terbukti melanggar Qanun Syariat Islam Nomor 13 Tahun 2003 tentang judi (maisir).

Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah di Meulaboh mengungkapkan, sepanjang 2012-2015 ada 21 orang terdakwa hukuman (uqubah) cambuk masing-masing karena pelanggaran qanun tentang judi dan khalwat, tiga orang dieksekusi sementara 18 orang lainnya kabur keluar daerah.

"Dari 21 orang rencananya di eksekusi namun hanya berhasil terhadap tiga orang karena 18 orang lain terindikasi sudah kabur. Kedepan nanti kami sudah bisik-bisik, begitu ada putusannya Mahkamah Syariah langsung ditahan dan segera dieksekusi," ujarnya di Aceh, Jumat (18/12/2015).

Alaidinsyah menyebutkan, untuk kedepan dirinya juga akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan gampong (desa) terkait adanya indikasi persoalan kasus khalwat yang langsung dieksekusi dengan cara dinikahkan secara adat.

Dirinya melanjutkan, memang ada hukum adat yang mengatur tentang perkara-perkara yang dapat diselesaikan secara adat oleh tokoh masyarakat dalam satu desa, akan tetapi semua itu selama tidak menggugurkan Qanun Aceh yang aturannya lebih tinggi.

"Ini akan kita evaluasi kembali terhadap kasus yang ada terkait khalwat maupun judi akan kita minta pertanggungjawaban dari kepala desa. Kasat Pol PP akan memonitor kejadian di desa supaya tidak disalahgunakan," tegasnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Meulaboh Ahmad Sahrudin menambahkan, hukuman cambuk tersebut adalah upaya terakhir dalam proses penerapan Qanun, karena terdakwa pelanggar syariat bisa bebas apabila membayar denda.

"Hukum cambuk itu adalah upaya terakhir, karena disana ada denda, jadi kalau dia bayar denda hukuman cambuknya lewat. Mereka yang dicambuk hari ini karena dalam jangka waktu satu bulan setelah putusan tetap tidak bayar, tidak mau bayar atau tidak sanggup bayar," jelasnya.

Meski demikian Kajari Meulaboh menegaskan, kepada 18 terpidana lain yang belum berhasil dieksekusi akan ditemukan dengan bantuan pihak berwajib untuk menerima hukuman ukubah cambuk atas perbuatan yang dilakukan.

Sebelum dieksekusi rohaniawan menyampaikan pencerahan terkait pelaksanaan ukubah cambuk tersebut, bahwa hukuman cambuk yang diterima oleh terdakwa hanya untuk menyelesaikan hukum di dunia dan tidak menggugurkan hukum akhirat.

"Dengan ukubah ini tidak menghapus dosa, tapi secara Qanun Aceh pemerintah sudah selesai bila melaksanakan, untuk menggugurkan dari dosa pelanggaran dilakukan terdakwa hanyalah dengan bertobat," kata Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat Tgk H Abdurrani Adian.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho menjawab wartawan terkait banyak anak-anak yang hadir menyaksikan eksekusi cambuk yang berlangsung di halaman Masjid Agung Meulaboh usai Shalat Jumat itu. "Memang sudah diimbau dari panitia juga untuk anak-anak dibawah umur dilarang menyaksikan eksekusi cambuk karena ini ada dampak psikologisnya. Dari sisi pengamanan kita sudah berikan, kegiatan maupun saat membawa terdakwa dari lapas menuju eksekutor," ujarnya {okz}