Harusnya 7 Kali, Tapi Dicambuk 8 Kali, Algojo Tukang Cambuk Dikejar

eksekusi cambuk

 
Meulaboh - Pelaksanaan hukuman cambuk di Kabupaten Aceh Barat, Jumat (12/02/2016), dihalaman Mejid Agung Baitul Makmur Meulaboh berlangsung ricuh. Penyebabnya, salah seorang terpidana cambuk bernama Amos Lumbanraja protes karena dicambuk sebanyak delapan kali. Padahal, sesuai putusan Mahkamah Syariah, Amos harusnya dicambuk tujuh kali saja.

Usai dicambuk, Amos pun langsung protes diatas panggung. Dirinya mempertanyakan kenapa dicambuk sebanyak delapan kali. "Kenapa bisa lebih saya dicambuk dari yang dibacakan tadi, harusnya saya tujuh kali," sergah Amos kepada sang Algojo, dengan emosi.

Beruntung, petugas yang berada diatas panggung dengan cepat mengamankan Amos dan menggiringnya turun dari panggung. Keributan tak selesai begitu saja, giliran terpidana lain Yuliar yang berada dibawah panggung melancarkan protes.

Dengan geram, Yuliar lari ke panggung untuk mengejar sang algojo. Namun berhasil ditahan oleh beberapa petugas kepolisian serta beberapa anggota Satpol-PP dan petugas WH (Wilayatul Hisbah).

Ikut kesal, Yuliar juga mempertanyakan kelebihan cambuk yang dialami oleh Amos. "Kenapa Amos bisa lebih hukumannya. Jangan begitu dong kau kalau jadi algojo, apa kau ada dendam sama Amos. Itu tidak adil harusnya sesuai dengan yang dibacakan. Kenapa tidak tembak mati kami saja," katanya dengan nada marah.

Walaupun sudah berhasil diamankan petugas, Yuliar juga sempat kembali lari ke atas panggung untuk menyerang sang Algojo.

Aksi protes dua terpidana cambuk itu pun sempat membuat proses hukuman eksekusi cambuk terhenti. Setelah emosi Yuliar stabil, petugas lalu kembali menggiring Yuliar ke atas panggung untuk dicambuk.

Terkait persoalan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Meulaboh, Ahmad Sahruddin menyebutkan, dirinya akan melakukan evaluasi terkait masalah kelebihan cambuk yang dialami Amos. "Jika memang itu benar ada kelebihan cambuk, kami akan ingatkan para algojo untuk berhati-hati ketika melakukan ekesekusi," jelasnya.

Apabila terbukti ada kelebihan cambuk, dirinya mengaku tak bisa memberikan sanksi kepada sang eksekutor. Karena tidak ada aturan terkait sanksi jika sang algojo lebih melakukan cambuk. "Tak ada aturan yang mengatur itu," ujarnya.

via ajnn