Soal ALABAS, Bupati Abdya : Jangan Karena Imam Kurang Pas, Lalu Kita Bangun Mesjid Baru

jufri


Blangpidie - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Jufri Hasanuddin, menganggap isu pemekaran Provinsi Aceh Lauser Antara Barat Selatan (ALABAS) hanya sebagai rasa frustasi politik yang akan mengorbankan masyarakat Aceh secara menyeluruh.

"Jika kita tinggal di republik ini, pemekaran provinsi sah-sah saja. Karena konstitusi negara memperbolehkan itu, tapi ketika berbicara tentang Aceh. Kita harus bijak dan jauh berpikir, jangan karena rasa frustasi, sakit hati, dan karena hal-hal kecil seperti ini, kita korbankan masyarakat Aceh secara menyeluruh,” kata Jufri Hasanuddin saat ditemui di Pendopo Bupati, Selasa (09/02/2016)

Menurutnya, peluang pemekaran harus di kaji secara komprehensif baik dari segi politis maupun sosiologis. Sebab yang punya otoritas tentang itu adalah Pemerintah Pusat.

"Damai Aceh, Alhamdulillah sudah lama terawat, segenap kesetaraan, kepentingan dan keutuhan tertuang dalam MoU dan UUPA, lantas bagaiman pula ada orang yang mengaku dari komisi ini, komisi itu DPR RI, menafsikan pemekaran tidak tersentuh dengan UUPA, saya kira itu pemahaman syahwat, politik yang tidak rasional lagi,” tegas politisi Partai Aceh tersebut.

Jufri juga mengatakan, jika keinginan pemekaran berangkat dari ketidakadilan Pemerintah Aceh terhadap barat selatan, setidaknya masyarakat barat selatan punya cara yang lebih baik untuk menjaga keutuhan Aceh.

"Analoginya, jangan karena imam di masjid kurang pas, lantas kita mendirikan mesjid baru, itu salah, tetapi bagaimana kita memberikan masukan terhadap kekurangan yang ada, sehingga keutuhan Aceh yang paling terpenting,” tegas Jufri.


sumber : ajnn.net
foto : aceh terkini