GeRAK : Dinas Keuangan Aceh Adalah Sarang Penyamun

penggeledahan


Banda Aceh
– Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh memberi apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Aceh, melakukan penggeledahan kantor Dinas Keuangan Aceh (DKA) terkait perkara yang melibatkan bekas Kepala DKA, Paradis.

Koordinator GeRAK Aceh Askhalani, menyebutkan Kejati Aceh saat ini tengah menunjukkan kinerja yang baik. Pasalnya, selama di bawah kepemimpinan Raja Nafrizal, Kejati Aceh sudah menangani perkara dugaan korupsi di PDKS, DKA, Damkar dan Alkes RSUDZA.

Askhalani menambahkan, Kejati Aceh harus mengungkap hingga ke akar-akar, kasus yang menyeret nama bekas Kadis DKA Aceh itu. Tidak hanya terfokus pada tiga orang yang sudah ditetapkan tersangka.

“Kita bersepakat jika penanganan perkara tidak hanya berfokus pada tiga tersangka,” katanya.

“Kalau ditemukan ada potensi keterlibatan aktor lain, Kejati juga harus membuka dan menyelidiki temuan-temuan itu.”

Askhalani juga menilai Dinas Keuangan Aceh merupakan lembaga yang dikenal dengan mentalitas korupsi yang tinggi. Hal itu bisa dilihat pada saat mekanisme kegiatan akhir tahun, seperti pencairan dana-dana rekanan (kontraktor).

Menurutnya, sering ada praktik-praktik culas dengan mengambil keuntungan, dengan dalih pencairan dana bisa disegerakan.

“Makanya tidak salah kita menilai DKA sebagai sarang penyamun. Khusus untuk DKA ini perlu penanganan ekstra. Di situ sarang mafia semua,” tegasnya.


sumber : AJNN