RI Diserbu Tenaga Kerja Asing, Pemerintah Diminta Ambil Tindakan Antisipasi

pekerja asiang asal china


Jakarta - Komisi VIII meminta agar pemerintah segera melakukan langkah untuk mengantisipasi lonjakan pekerja WNA di Indonesia. Berdasarkan data dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS), ada sekitar 25.328 pekerja asing yang masuk ke Tanah Air.

"Ini bisa berdampak tidak baik dalam kehidupan sosial. Semakin banyak WNA yang bekerja di Indonesia, semakin banyak pengangguran di Tanah Air" kata Ketua Komisi VIII, Saleh Daulay melalui rilis pers, Selasa (01/03 2016).

Jumlah yang dicatat BPS pada awal tahun ini menunjukkan kenaikan drastis jumlah pekerja asing hingga 69,3 persen jika dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut dinilai salah satu dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam konteks ASEAN Community yang dimulai tahun ini.

Saleh mengatakan, saat pemerintah dianggap perlu membuka lapangan kerja yang lebih bagi masyarakat, justru tenaga kerja asing banyak yang masuk. Oleh karena itu pemerintah perlu menyikapi, paling tidak dengan melakukan terobosan meningkatkan kualitas para pekerja Indonesia.

"Jika tidak, para pekerja kita akan menjadi penonton di rumah sendiri," tegasnya.

Politikus Partai PAN ini melanjutkan, lembaga-lembaga terkait juga harus memberikan perhatian lebih atas isu ini, antara lain Kementerian Tenaga Kerja, BNP2TKI, Kementerian Sosial, Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian.

"Kementerian-kementerian tersebut sudah semestinya melakukan koordinasi dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan" tambahnya.

Saleh menambahkan, Indonesia tidak semestinya menjadi pasar bagi negara-negara lain. Oleh karena itu, dengan potensi lapangan kerja yang ada, warga negara seharusnya dipersiapkan bisa bersaing. {viva}