Demo Tak Digubris, BEM Unsyiah Geledah Kantor DPRA

demo bem unsyiah


Banda Aceh - Belasan mahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Demonstrasi itu memprotes legislatif diduga menghamburkan uang rakyat buat perjalanan dinas dan merancang qanun.

Aksi pertama awalnya hanya di depan pelataran parkir ruang rapat utama dewan. Setelah menunggu sambil berorasi sekitar dua jam, tetapi tidak ada satu pun anggota dewan yang menemui mereka.

Setelah menunggu lama, di bawah pengawalan polisi, demonstran kemudian langsung masuk ke dalam kantor pimpinan dewan. Setelah berorasi dan menunggu sekitar satu jam, pimpinan parlemen tak ada yang hadir. Empat perwakilan demonstran pun menggeledah seluruh ruang kerja dewan.

Sasaran penggeledahan adalah ruang milik Wakil Ketua DPRA, Irwan Djohan. Saat mahasiswa tiba dalam ruang kerjanya, hanya ada seorang staf bernama Edo Mustafa. Dia mengatakan Irwan Djohan tidak sedang berada di kantor.

Tak puas, kemudian mahasiswa langsung menuju ke sejumlah ruangan pimpinan lainnya, termasuk ruang ketua DPRA, Muharuddin. Karena tidak menemukan siapapun, termasuk Sekretaris Dewan (Sekwan), para mahasiswa kembali menggeledah hingga ke ruang komisi.

"Dewan jangan hanya meminta tambah duit untuk penuhi kantong pribadi. Seperti meminta biaya tambahan perjalanan dinas dan juga penambahan dana untuk membuat qanun," kata koordinator aksi, Maulida Ariandi, Selasa (17/05/2016).

Setelah lama menunggu, Ketua Komisi I DPRA, Abdullah Saleh, beserta sekretarisnya, Azhari Cage, menemui para demonstran. Setelah menerima dan mendengarkan tuntutan mahasiswa, tiba-tiba 30 menit kemudian Irwan Djohan selaku Wakil Ketua DPRA tiba di lokasi.

Di depan mahasiswa, Irwan Djohan menjelaskan secara rinci soal permintaan penambahan anggaran pembuatan qanun. Bila memang tidak ada penambahan, dia menyebutkan pada 2016 tidak bisa lagi membuat sejumlah qanun.

"Terima kasih semua sudah menyebutkan untuk DPRA mengemis uang rakyat, bertamasya dan lainnya, saya terima. Tetapi harus adik-adik ketahui, semua kita yang hadir di sini pasti sudah tamat SD, SMP dan SMU dan sudah pandai berhitung," kata Irwan Djohan.

Irwan beralasan, jika anggaran pembuatan qanun pada tahun ini tidak ditambah, maka DPR Aceh tidak bisa merumuskan qanun. Sebab, dia mengatakan, butuh dana buat melakukan konsultasi ke Jakarta.

sumber : merdeka