Di Simeulue, Seorang ABG 14 Tahun Dihamili Oleh Sepupu Dan Paman Kandung

pelaku penghamilan


Simeulue - Pihak Polres Simeulue menangkap 2 orang tersangka masing-masing berinisial LM (52) dan RA (26) yang diduga telah menghamili seorang ABG, sebut saja Bunga (14). Yang lebih gilanya lagi, kedua pelaku dan korban ini ternyata masih ada hubungan keluarga.

Terbongkarnya kasus mengejutkan ini bermula saat orang tua korban curiga dengan perubahan fisik tubuh Bunga. Setelah di introgasi, Bunga pun baru mengaku sudah hamil dan menyebut pelakunya adalah paman dan sepupunya sendiri. Korban sekarang sudah memasuki masa kehamilannya 7 bulan.

"Pelakunya sudah ditangkap dan diamankan hari Sabtu lalu, karena menghamili anak dibawah umur, dan korbannya dalam pengawasan kita, pelakunya masih orang terdekat korban," kata Kapolres Simeulue, AKBP Edi Bastari, seperti dilansir oleh Habadaily, Kamis (25/05/2016).

Menurut keterangan pelaku RA, kata Edi, dia melakukan perbuatan ini karena sering menonton film dewasa. Karena penasaran, ia pun membujuk korban ke suatu tempat melakukan perbuatan dilarang itu dan RA melakukan ini berulang kali di lokasi berbeda-beda.

Sedangan tersangka lainnya LM mengajak melakukan perbuatan itu dengan mengiming-imingkan memberikan sejumlah uang. Uang yang diberikan bervariasi, antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Mereka juga melakukan perbuatan ini di lokasi yang berbeda-beda.

Kedua pelaku dijerat dengan Udang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Ancaman hukumannya mencapai 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

"Untuk diketahui, selama dua bulan terakhir ada 4 kasus seperti ini ada pemerkosaan, pencabulan hingga menghamili anak dibawah umur," ungkap Kapolres.

Dia juga mengaku sangat khawatir dengan kasus-kasus yang menimpa anak dibawah umur tersebut. Sehingga perlu pengawasan serius dari Pemerintah Simeulue, Kecamatan, Desa, sekolah hingga lingkungan serta orang tua.

Selain itu, sampai saat ini Kabupaten Simeulue belum memiliki tempat khusus untuk rehabilitasi kondisi dan mental psikologis para korban. Edi meminta para orang tua harus waspada terhadap lingkungan.