Doyan Main Gusur Sembarangan, Ahok Dikritik Tokoh Tionghoa

ahok

Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selalu mengklaim jika penggusuran yang ia lakukan sudah melakukan pendekatan. Warga korban penggusuran Ahok hanya disediakan tempat tinggal pengganti yakni di rumah susun (rusun) yang ada di Jakarta.

Tokoh Tionghoa, Lius Sungkharisma menyebutkan, Ahok di media-media selalu mengklaim memikirkan nasib warga yang digusur dengan memberikan tempat baru. Namun dia tidak pernah sadar jika warga kesulitan mencari nafkah di tempat tersebut.

Pasalnya, kata Lius, setelah melakukan penggusuran warga kehilangan mata pencariannya, dan Ahok tidak memberikan mata pencarian pengganti untuk mereka.

"Ahok ini pintar bilang ke yang lain warga akan dapat rumah susun, padahal di sana enggak ada pemasukan, dan tempatnya jauh," ujar Lius dalam Live Streaming Talkshow Redbons Discussion yang bertema 'Potret Buruh, Reklamasi dan Penggusuran', di kantor Okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (03/04/2016).

Selain itu, Ahok juga telah melanggar Pasal 24 ayat 2 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 terkait pendaftaran tanah, yang berbunyi seseorang yang menguasai satu tanah secara sah selama 20 tahun berturut-turut tanpa adanya klaim dari pihak lain, berhak untuk mengajukan pengakuan hak pada kantor pertanahan setempat.

"Ini kan penggusuran-penggusuran banyak yang sudah nempatin selama 20 tahun, harusnya kalau sudah 20 tahun ya enggak boleh dong digusur," tegasnya. (okz)