Usulan Anggaran Ditolak Pemko, Pelanggar Syariat Di Lhokseumawe Bebas Dari Hukuman Cambuk

hukuman cambuk


Lhokseumawe - Pemerintah Kota Lhokseumawe menunda pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk terhadap sejumlah kasus pelanggaran syariat Islam akibat ketiadaan anggaran operasional. Tak adanya anggaran untuk operasional pelaksanaan eksekusi cambuk dikarenakan Pemko Lhokseumawe tidak menyediakan anggaran tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Lhokseumawe, Irsyadi mengatakan, sejumlah pelanggaran Syariat Islam yang ditangani oleh pihaknya selama ini hanya sebatas pembinaan.

Menurutnya, eksekusi cambuk tidak bisa dijalankan karena terkendala dengan minimnya anggaran operasional. Namun, Irsyadi mengaku, pihaknya telah mengusulkan ke pihak Pemko terkait penambahan anggaran operasional terutama untuk pelaksanaan penegakan hukum. Namun kata dia, usulan itu ditolak.

"Jadi selama ini hanya sebatas pembinaan, sebab Pemkot Lhokseumawe tidak menyediakan anggaran biaya pelaksanaan eksekusi bagi pelanggaran Qanun Syariat Islam," katanya, Rabu (01/06/2016).

"Tugas saya hanya mengusulkan. Disetujui atau tidak semuanya itu kepetusannya sama Pak Wali Kota. Untuk lebih jelasnya masalah anggaran coba tanya saja kesana,”pungkasnya.


sumber : habadaily