Doto Zaini : Uang Kesejahteraan Kombatan Sudah Saya Beri, Tapi Pengurusnya Tidak Amanah

doto zaini


Lhokseumawe - Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah alias Doto Zaini melakukan kampanye secara dialogis di Rumah Pemenangan Pasangan Zaini Abullah dan Nasaruddin (AZAN), Kota Lhokseumawe, Selasa (29/11/2016).

Dalam kampanye tersebut, Zaini Abdullah mengajak masyarakat untuk menjajaki sejarah panjang Aceh, yang membawa arti dari masa ke masa. Katanya, tanpa itu semua Aceh tidak akan mendapatkan kesuksesan.

Zaini Abdullah mengatakan masyarakat Aceh ingin Aceh kembali berjaya seperti masa lalu, yaitu pada masa Sultan Iskandar Muda yang memperlihatkan begitu gagahnya Aceh untuk memperjuangkan kesejahteraan.

Selain itu, Zaini Abdullah juga mengatakan sejak Aceh mendapatkan perdamaian pada 15 Agustus 2005, yang sudah lebih dari 10 tahun lamanya, banyak yang sudah didapatkan Aceh berkat hasil perjuangan. Salah satunya, Aceh bisa membuat partai politik.

“Yaitu Partai Aceh (PA). Pasti saudara-saudara bertanya kenapa saya maju melalui jalur perseorangan, bukan melalui Partai Aceh. Disini saya katakan Pimpinan Partai Aceh tidak lagi mengikuti AD-ART Partai Aceh. Walaupun saya Tuha Peut tapi saya tetap harus mencari jalur lain untuk maju. Jalur perseorangan tidak tidak mempengaruhi kita. Kita akan perbaiki Partai Aceh,” kata Zaini Abdullah.

Gubernur Aceh non aktif ini juga mengatakan tujuannya untuk maju kembali pada Pilkada 2017 mendatang dihadapan seribu massa yang hadir.

“Pertama sekali saya sudah memperjuangkan dan membuat sebuah program untuk kesejahteraan eks kombatan, tapi anggaran yang saya berikan kesitu tidak dikelola dengan baik, tidak amanah. Dalam hal ini insyaallah untuk saya meneruskan capaian program yang sudah kita buat, untuk meningkatkan daya beli tingkat perekonomian masyarakat,” kata Abu Doto—sapaan Zaini Abdullah.

Dirinya mengaku sudah coba untuk mensejahterakan eks kombatan, tapi tidak berhasil. Dirinya berduka cita karena tidak sukses menjalankan program yang sudah dibuat.

“Saya coba untuk sejahterakan mereka tapi tidak terwujud. Peng kalaeuh loen puduk, hana berhasil Orang yang saya suruh untuk mengelola program itu tidak amanah,” ungkapnya.


via habadaily