Jubir Rachmawati : Menyampaikan Aspirasi Ke MPR Kok Dianggap Makar ?

teguh santosa


Jakarta - Juru bicara  (jubir) Rachmawati Soekarnoputri, Teguh Santosa mempertanyakan penangkapan polisi terhadap tokoh aktivis yang dianggap akan melakukan makar. Dimana Rachmawati Dkk tiba-tiba dikasih surat penangkapan.

Sedangkan Ahok yang jelas-jelas sudah dijadikan sebagai tersangka penistaan agama, terkesan malah dilindungi oleh polisi.

"Ini kan sedang dipertontonkan ketidakadilan,‎" kata Teguh dalam diskusi bertajuk 'Dikejar Makar' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (03/12).

Belum lagi, lanjut Teguh, proses penangkapannya yang terkesan kasar dengan cara digrebek.

"Kita kan sama-sama tahu, ini Mbak Rachma mau lari kemana? Untuk menggerakkan badan saja, dia butuh orang untuk mendorong kursi rodanya," tegasnya.

‎Menurut Teguh, Rachmawati tidak merasa kalau dia melakukan tindakan yang dituduhkan, makar. Rahmawati bukan mau menggerakkan orang untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Justru putri Bung Karno itu hendak mengambil jalan yang sudah disediakan oleh konstitusi, yaitu mendatangi DPR/MPR, mendatangi tokoh-tokoh, untuk menyampaikan aspirasinya.

"Supaya kita kembali ke naskah asli UUD 45, kalau itu dianggap makar, maka semua parpol yang berjuang untuk melahirkan sebuah UU adalah makar, kan nggak lucu. Publik berpendapat kok dianggap makar?" tutur Teguh dengan nada heran.

Namun demikian, silahkan saja jika mau dituduh makar, karena penguasa bisa melakukan apapun. Meskipun sebenarnya, apa yang dilakukan Rachmawati DKK itu bukanlah sebuah tindakan makar.

"Kalau setiap statement keras dianggap keinginan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah, berapa banyak orang yang berstatement keras. Statement keras dibilang Makar. Itu bagaimana? Acara ini bisa nggak ada lagi, acara apapun bisa gak ada lagi," pungkasnya.


via rmol