Diduga Penculik Anak, Seorang Wanita Gila Di Lhokseumawe Di Hajar Massa

penculikan anak


LHOKSEUMAWE - Terpengaruh oleh isu penculikan anak, masyarakat di Kota Lhokseumawe menangkap lagi seorang wanita yang diduga penculik, tapi kemudian ternyata wanita tersebut gila.

Kejadian terbaru di wilayah hukum Polres Lhokseumawe itu terjadi Kamis (23/03) malam, tepatnya di Desa Meunasah Blang Kandang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Wanita itu bahkan sempat diamuk massa dan disiramkan bensin ke tubuhnya. Untung saja tak sampai disulut dengan api.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, kejadian salah tangkap orang untuk kelima kalinya di wilayah hukum Lhokseumawe ini berawal dari kisah bahwa wanita yang berpakaian seadanya itu berjalan kaki di jalan desa tersebut. Warga yang sedang dihantui isu penculikan anak, langsung curiga bahwa wanita tersebut hendak menculik anak.

Ia pun ditangkap tanpa perlawanan. Saat diinterogasi warga, wanita itu tak mampu menjawab apa yang ditanya. Sejumlah warga yang menilai wanita tersebut berpura-pura gila, tersulut emosinya. Bahkan ada warga yang sempat memukul wanita itu sehingga pelipis kirinya terluka.

Selanjutnya, wanita itu dibawa ke kantor keuchik desa setempat. Seiring guliran waktu, masyarakat pun makin ramai mendatangi kantor keuchik untuk melihat wanita tersebut. “Bahkan kala itu ada warga yang menyiramkan bensin ke tubuh korban. Untung saja tidak ada yang iseng menyulut api,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Reskrim, AKP Yasir SE.

Menurut Kasat Reskrim, saat pihaknya mengetahui adanya aksi penangkapan ini, ia langsung mengerahkan personel ke lokasi. Akibat banyaknya masyarakat yang berada di lokasi, pihaknya harus memperketat pengamanan, termasuk mengerahkan dua peleton Brimob.

“Berkat kesigapan seluruh personel yang ditugaskan ke lokasi, kita pun berhasil mengeluarkan korban dengan selamat dari kerumunan massa yang sedang emosi,” ujarnya.

Sesampai di Mapolres Lhokseumawe, wanita itu sempat diinterograsi, namun tak bisa diperiksa lebih lanjut karena bicaranya tak menentu. Setelah dilacak, ternyata wanita itu berasal dari Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, sehingga polisi langsung menghubungi keluarganya untuk datang ke mapolres.

“Dari keterangan keluarganya, wanita itu ternyata memang gila, sehingga pagi tadi kita kembalikan kepada keluarganya, disaksikan aparat desa setempat,”pungkasnya.