Pengamat : Alat Bukti Polisi Belum Jelas, Red Notice Adalah Penyalahgunaan Wewenang

habib rizieq shihab


JAKARTA - Usai ditetapkan sebagai tersangka, pihak kepolisian melakukan sejumlah langkah untuk mencari Habib Rizieq Shihab. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan interpol dan mengeluarkan red notice, karena Habib Rizieq terindikasi berada di luar negeri.

Pengamat hukum pidana Muhammad Mudzakkir menilai, sebelum memutuskan meminta red notice, pihak kepolisian seharusnya membuktikan terlebih dahulu penetapan status tersangka terhadap Habib Rizieq. Tidak jelasnya alat bukti yang menjadi dasar tuduhan polisi, menurut Mudzakkir harus sesuai dengan prosedur hukum yang tercantum dalam undang-undang.

Red notice, kata Mudzakkir juga dapat menjadi penyalahgunaan wewenang, mengingat belum jelasnya perkara, seperti barang bukti, kejelasan hukum hingga dasar dari penetapan status tersangka atas Habib Rizieq yang belum diungkap secara detail.

Menurutnya, jika pesan singkat yang diduga mengandung konten pornografi itu hanya dilakukan berdua dan menggunakan perangkat pribadi, maka tidak ada tindak pidana yang dapat menjerat tindakan tersebut. Sedangkan, jika obrolan tersebut masuk ke ranah publik, maka orang yang berhak dihukum adalah orang yang menyebarluaskan obrolan pribadi tersebut.

"Maka yang dosa besar dan berhak dihukum pidana dalam UU ITE adalah orang tersebut (yang menyebarluaskan)," jelas Mudzakkir, Selasa (30/05/2017).

Posisi Habib Rizieq, kata Mudzakkir adalah korban. Dia menganggap, tersebarnya isi pesan singkat yang saat ini diduga menjadi alat bukti elektronik polisi dalam menetapkan status tersangka tersebut sebenarnya adalah tindak pelanggaran hak privasi.

"Dan orang yang hak privasinya telah dilanggar, maka ditempatkan sebagai korban dan berhak mendapatkan perlindungan hukum," ujarnya.


via republika