Manfaat Kurma Untuk Berbuka Dan Sahur Menurut Hadist Dan Sains

kurma


Buah kurma menjadi sajian yang paling sering dijumpai saat bulan Ramadan. Ada berbagai khasiat yang terdapat dari sebutir buah kurma, hingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan berbuka puasa dengan kurma.

Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Nabi Shallallahu alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum salat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air".

Tidak hanya untuk makanan berbuka, Rasulullah pun menganjurkan untuk menjadikan kurma sebagai santapan saat sahur. “Makanan sahur yang paling nikmat bagi seorang mukmin, adalah kurma” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban).

Dijelaskan secara sains dalam buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan memakan kurma masak. Kurma masak ini memiliki nilai gizi yang tinggi, bisa memperkuat liver, merelaksasi usus, menambah kesuburan, dan juga bisa menyembuhkan radang tenggorokan.

Kurma masak bersifat panas dan basah. Kurma tersebut bisa membantu membunuh atau mengurangi jumlah cacing dalam tubuh jika dikonsumsi saat perut dalam keadaan kosong. Jadi, kurma masak bisa bermanfaat sebagai obat bagi tubuh.

Setiap berbuka puasa, Nabi Muhammad SAW akan mendahulukan memakan kurma masak yang masih segar dan meminum air. Menurut penelitian, cara ini sangat baik karena puasa mengosongkan perut dari makanan, dan liver tidak akan mendapatkan cukup energi untuk dialirkan ke berbagai organ.

Liver lebih menyukai makanan yang bersifat manis, sehingga makanan yang bersifat manis akan lebih cepat mencapai liver, seperti kurma basah.


via okz