Riefky : Pancasila Solusi Terbaik Atasi Persoalan Bangsa

riefky


KUTACANE
- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Ir Teuku Riefky Harsya MT mengatakan Pancasila solusi terbaik dalam mengatasi berbagai kondisi bangsa yang akhir-akhir ini diwarnai berbagai perbedaan pandangan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ir Teuku Riefky Harsya MT saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, Sabtu (10/6) di Aceh Tenggara. 

"Pancasila adalah sebagai ideologi bangsa, semoga pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, guna menanggulangi radikalisme," kata anggota MPR-RI, Ir Teuku Riefky Harsya saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, Sabtu (10/6) di Aceh Tenggara. 

Dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diikuti oleh 150 peserta dari sejumlah kalangan itu, Riefky mengajak masyarakat untuk mengamalkan Pancasila sebagai perilaku dalam kehidupan sehari-hari. "Dengan adanya momentum 1 Juni, Bangsa Indonesia dapat mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata politisi asal Aceh ini. 

Ditambahkan, dengan adanya momentum peringatan Hari lahir Pancasila pada 1 Juni itu, agar Pancasila tidak berhenti hanya sebagai nilai, tapi dapat dipraktekkan menjadi tindakan nyata. 

"MPR RI sudah dua tahun lalu, telah mengusulkan kepada Presiden untuk membentuk lembaga khusus yang menangani ideologi Pancasila. Alhamdulillah, dengan terbitnya Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), adalah bentuk keseriusan presiden terhadap pentingnya pancasila," paparnya. Karena, sambungnya, jika sosialisasi empat pilar hanya mengandalkan MPR RI maka sulit untuk berhasil. 

Karena itu, MPR RI sejak dua tahun lalu sudah mengusulkan kepada Presiden untuk membentuk lembaga BP7. "Mari bersama-sama menjaga Pancasila. Jangan sampai dimaknai dan diartikan sesuai kepentingan pribadi dan golongan tertentu,” ucapnya. 

"BP7 adalah Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Lembaga ini penting, karena masih banyak masyarakat yang tidak mengenal dasar negaranya, termasuk tidak hal setiap sila," pungkasnya.(put)