Ekonomi Melambat Di Masa Pemerintahan Jokowi, Jumlah Orang Miskin Terus Bertambah

orang miskin


JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia Rizal E Halim menilai pertumbuhan populasi masyarakat mempengaruhi bertambahnya jumlah orang miskin. Menurut dia, bertambahnya jumlah penduduk miskin ini dapat dipahami di tengah situasi ekonomi yang relatif kurang memberi insentif pada ekonomi rumah tangga.

Akhirnya, daya beli juga merosot. Jika daya beli terus merosot, maka terbuka peluang akan lebih banyak orang yang masuk dalam kelompok miskin.

''Perlu dicatat bahwa jumlah kelompok rentan miskin mencapai 45 juta. Rentan miskin artinya sedikit di atas garis kemiskinan yang ketika ada shock akan masuk ke kelompok miskin. Ini yang terjadi saat ini,'' kata Rizal, Selasa (18/07/2017).

Penurunan daya beli bisa dilihat dari pertumbuhan penjualan berbagai barang dan jasa. Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat bisa diakibatkan oleh penurunan pendapatan rumah tangga atau peningkatan biaya hidup.

Sebelumnya, BPS mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017 mencapai 10,64 persen, menurun tipis dibandingkan persentase pada September 2016 yang mencapai 10,7 persen.

"Penurunan persentase penduduk miskin tersebut relatif lambat dibandingkan periode-periode sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta, Senin (17/07/2017)


via republika