Luhut : Ajakan Aksi 22 Mei Itu Makar

luhut


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan aksi 22 Mei atau Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat berpotensi disebut makar.

"Ya kalau sudah lakukan itu, sudah ajarkan begitu, bisa kena undang-undang. Ajakan itu bisa makar. Kalau tanggal 22 Mei masih mengklaim sana sini, itu pidana," kata Luhut di Jakarta, Senin, (20/05/2019).

Luhut mengatakan Tim Asistensi Hukum bentukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto yang akan menilai bagaimana potensi makar dari aksi 22 Mei.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan tahun 2015-2016 ini memuji tim bentukan Wiranto itu. Menurut dia, di sana banyak pakar yang bisa menilai bagaimana potensi makar.

Ketika ditanya jika Tim Asistensi ini tumpang tindih dengan perundang-undangan, Luhut mengatakan dirinya setuju dengan Wiranto dan upaya ini tak bisa disebut sebagai menyalahgunakan kekuasaan.

Aksi 22 Mei merupakan gerakan dari Persaudaraan Alumni 212. Mereka akan unjuk rasa 21 dan 22 Mei 2019 untuk menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan pengumuman hasil penghitungan suara. {tmp}